Featured

Apa arti Kreativitas & Inovasi? Dan apa Contoh Bisnis IT Kreatif?

This is the post excerpt.

Startup Stock Photos
Startup Stock Photos

Arti Kreativitas dan Inovasi

Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada.(Sumber: Wikipedia)

Inovasi dapat diartikan sebagai proses dan/atau hasil pengembangan pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).

Jenis Kreativitas dan Inovasi

Jenis Jenis Kreativitas

Menurut Teori 4P’s Creativty (Person,Process,Press and Product)

1.Person  : Upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada individu atau person dari individu yang dapat disebut kreatif.

2.Process : Upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada proses berpikir sehingga memunculkan ide-ide unik atau kreatif.

3.Press   : Kreativitas yang menekankan faktor press atau dorongan, baik dorongan internal diri sendiri berupa keinginan dan hasrat untuk mencipta atau bersibuk diri secara kreatif,

maupun dorongan eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis.

4.Product : Upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada produk atau apa yang dihasilkan oleh individu baik sesuatu yang baru/original atau sebuah elaborasi/penggabungan yang inovatif.

Jenis Jenis Inovasi:

1.Invensi ( penemuan baru )

2.Ekstensi (pengembangan dari yang sudah ada sebelumnya )

3.Duplikasi  (penggandaan, memperbanyakproduk yang sudah ada dan terkenal )

4.Sintesis ( penggabungan atau  mengkombinasikan konsep dan formula yang sudah ada menjadi formula yang baru )


Ciri Kreativitas dan Inovasi

Komponen/Indikator Ciri-Ciri Kreativitas

1.Kelancaran Berfikir

Kelancaran berpikir adalah merupakan proses di mana seseorang mampu menghasilkan banyak ide atau pemecahan masalah dalam waktu yang cepat. Adapun indikator kelancaran berpikir meliputi kemampuan untuk :

  1. Mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian masalah atau pertanyaan
  2. Memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal
  3. Selalu memberikan lebih dari satu jawaban

2.Keluwesan
Keluwesan adalah merupakan kemampuan untuk menggunakan bermacam-macam pendekatan dalam mengatasi persoalan. Indicator dari keluwesan meliputi kemampuan :

  1. Menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang bervariasi
  2. Dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbedabeda
  3. Mencari banyak alternative
  4. Mampu mengubah cara pendekatan atau cara pemikiran

3.Orisinalitas
Orisinalitas adalah kemampuan untuk mencetuskan gagasan atau penyelesaian tentang suatu permasalahan dengan cara yang asli, gagasan tersebut sangat jarang atau bahkan belum pernah diungkapkan sebelumnya. Definisi ketrampilan berpikir orisinal menurut antara lain :

  1. Mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik
  2. Memikirkan cara yang tidak lazim untuk mengungkapkan diri
  3. Mampu membuat kombinasi-kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur.

4.Ketrampilan-Mengolaborasi

Ketrampilan Mengelaborasi adalah merupakan kemampuan untuk mengembangkan gagasan dan mengurai secara terperinci. Adapun indikator dari ketrampilan mengelaborasi dapat disebutkan sebagai berikut :

  1. Mampu memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk
  2. Menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu obyek, gagasan, atau situasi sehingga  menjadi lebih menarik

.

Ciri personal lainnya:

  1. Sangat emosional

Orang-orang kreatif itu biasanya sangat emosional. Itu sebabnya mereka menggunakan seni untuk mengekspresikan diri, untuk mengekspresikan perasaan mereka. Kreativitas adalah cara mereka untuk mengatakan segala sesuatu yang tidak bisa dikatakan dengan kata-kata atau ucapan.

  1. Memiliki pandangan pribadi

Orang-orang kreatif memiliki pandangan pribadi mereka sendiri untuk dunia yang yang diperhatikannya. Mereka cenderung melihat dan bereaksi terhadap hal-hal yang berbeda dan mereka bahkan cenderung untuk mendapatkan semangat atas hal-hal yang menurut orang lain belum tentu berharga. Sebagai contoh, banyak fotografer memilih mata pelajaran yang luar biasa untuk foto, seperti serangga atau daun jatuh atau garpu dll

  1. Menjaga pemampilan

Orang yang kreatif menjaga penampilan dan gaya mereka, karena mereka ingin terlihat kreatif. Mereka bisa memakai pakaian yang unik atau berpakaian dengan berbagai warna-warna cerah. Tentu saja, ada banyak orang-orang kreatif yang suka fokus pada seni dan benci untuk berpikir bahwa seni dan pakaian dapat dihubungkan.

  1. Suka tantangan

Orang-orang kreatif selalu suka dengan tantangan. Mereka dapat dengan mudah memikirkan cara-cara untuk memecahkan situasi yang sulit, karena kesulitan yang sedang dihadapi itu akan merangsang pikiran artistik mereka.

  1. Banyak melamun

Orang yang kreatif biasa suka melamun. Itu sebabnya kenapa mereka tampaknya seperti menutup diri dari lingkungannya. Ada banyak alasan mengapa mereka mencintai menghabiskan waktu sendiri. Melamun adalah salah satu cari dari mereka yang kreatif untuk mengisi waktu untuk memikirkan sesuato konsep yang akan dilaksanakannya.

Ciri-ciriafektif / Inovasi:

Ciri-ciri afektif dari kreativitas merupakan ciri-ciri yang berhubungan dengan sikap mental atauperasaan individu.Ciri-ciri afketif inisaling berhubungan dan saling mempengaruhi dengan ciri-ciri kognitif. Kreativitas yang berkaitan dengan sikap dan perasaan seseorang. Ada beberapa ciri-ciri afektif, yaitu:

1) Rasa ingin tahu.

Selalu terdorong untuk mengetahui lebih banyak, misalnya: selalu bertanya, memperhatikan banyak hal, peka dalam pengamatan dan ingin mengetahui atau meneliti. Ada beberapa perilaku peserta didik yang mencerminkan rasa ingin tahu, misalnya sering mempertanyakan segala sesuatu, senang menjajaki buku-buku, peta-peta, gambar-gambar, dan sebagainya untuk mencari gagasan gagasan baru, menggunakan semua panca inderanya untuk mengenal, tidak takut menjajaki bidang-bidang baru, ingin mengamati perubahan-perubahan dari hal-hal atau kejadian – kejadian.

2) Bersifat imajinatif / fantasi

Mampu memperagakan atau membayangkan hal-hal yang tidak atau belum pernah terjadi dan menggunakan daya khayal namun dapat membedakan mana khayalan dan mana yang kenyataan.Perilaku yang terlihat pada siswa biasanya berupa memikirkan atau membayangkan hal-hal yang belum pernah terjadi, memikirkan bagaimana jika melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain, meramalkan apa yang akan dikatakan atau dilakukan orang lain, mempunyai firasat tentang sesuatu yang belum terjadi, melihat hal-hal dalam suatu gambar yang tidak dilihat orang lain, membuat cerita tentang tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi atau tentang kejadian-kejadian yang belum pernah dialami.

3) Merasatertantangolehkemajemukan

Mempunyai dorongan untuk mengatasi masalah-masalah yang sulit, merasa tertantang olehs ituasi-situasi yang rumit serta lebih tertarik pada tugas-tugas yang sulit.Perilaku anak didik yang mencerminkan sikap tertantang oleh kemajemukan, adalah menggunakan gagasan atau masalah-masalah yang rumit, melibatkan diri dalam tugas-tugas yang majemuk, tertantang oleh situasi yang tidak dapat diramalkan keadaannya, mencaripenyelesaiantanpabantuan orang lain, tidak cenderung mencari jalan tergampang, berusahaterus-menerus agar berhasil, mencari jawaban-jawaban yang lebih sulit atau rumit dari pada menerima yang mudah, dan senang menjajaki jalan yang lebih rumit.

4) Sifat berani mengambil risiko (tidak takut membuat kesalahan)

Berani mempunyai pendapat meskipun belum tentu benar, tidak takut gagal atau mendapatkritik dari orang lain. Perilaku anak didik yang memiliki sifat berani dalam mengambil risiko adalah beran imempertahankan gagasan-gagasan atau pendapat nyawa kalaupun mendapatkan tantangan atau kritik, bersedia mengakui kesalahan-kesalahannya, berani menerima tugas yang sulit meski pun ada kemungkinan gagal, berani mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang tidak dikemukakan orang lain, tidak mudah dipengaruhi orang lain, melakukan hal-hal yang diyakini, meskipun tidak disetujui sebagian orang, berani mencobahal-hal baru, berani mengakui kegagalan dan berusaha lagi.

5) Sifat menghargai

Kemampuan untuk dapat menghargai bimbingan dan pengarahan dalam hidup, menghargai kemampuan dan bakat-bakat sendiri yang sedang berkembang.Perilaku anak didik yang memiliki sifat menghargai adalah menghargai hak-hak sendiridan orang lain, menghargai diri sendiri dan prestasi sendiri, menghargai makna orang lain, menghargai keluarga, sekolah lembaga pendidikan lainnya serta teman-teman, menghargai kebebasan tetapi tahu bahwa kebebasan menuntut tanggung jawab, tahu apa yang betul-betul penting dalam hidup, menghargai kesempatan-kesempatan yang diberikan, senang dengan penghargaan terhadap dirinya.

Inovasi mempunyai 4 ciri, berikut penjelasannya:

  • Mempunyai ciri khas artinya sebuah inovasi mempunyai ciri yang khas dalam setiap aspeknya, entah itu program, ide atau gagasan, tatanan, sistem dan kemungkinan hasil yang baik sesuai yg diharapkan.
  • Mempunyai ciri atau unsur kebaruan, artinya adalah suatu inovasi harus mempunyai sebuah karakteristik sebagai suatu karya dan buah pemikiran yang mempunyai ke originalan & kebaruan.
  • Program inovasi dilakukan lewat program yang terencana, artinya bahwa sebuah inovasi dilakukan lewat bentuk proses yang tidak tergesa-gesa, tapi dipersiapkan dengan matang, jelas dan direncanakan terlebih dahulu.
  • Sebuah Inovasi yang diluncurkan mempunyai tujuan, suatu program inovasi yang dilakukan harus mempunyai arah kemana tujuannya dan target yang ingin dicapai.

Bab 4

Syarat Kreativitas dan Inovasi

Syarat-syarat berpikir Kreatif:

A.Melibatkan respons atau gagasan yang baru.

B.Memecahkan persoalan secara realistis.

C.Mempertahankan dan mengembangkan orisinalitas.

D.Berpikir secara divergen: fluency, flexibility, originality

E.Berpikir analogis: berpikir tidak konvensional, mampu melihat berbagai hubungan yang tidak terlihat.

Syarat-syarat inovasi

– Menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya.

– Menghasilkan produk yang relatif baru.

– Menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan individu ataupun kelompok.

Syarat-syarat berpikir inovatif

– Elastisitas yang tinggi

– Produktivitas yang tinggi

– Orisinalitas yang tinggi

– Sensitivitas yang tinggi

 

 

Cara Membangun Kreativitas dan Inovasi

Cara membangun kreativitas dapat dilakukan secara bertahap dan tiap orang sepertinya memiliki daya kreativitas dan imajinasi nya sendiri-sendiri. Dapatkah anda bayangkan seluruh alam semesta dengan semua planet dan bintang-bintang di dalamnya?

Hanya mampu membayangkan hal-hal tersebut menunjukkan bahwa Anda sudah memiliki imajinasi. Setiap orang itu terlahir dengan itu, tetapi dengan mudah bisa dipoles.

Mengapa kreativitas itu perlu untuk dibangun? Tidak ada yang tau bagaimana nantinya jalan hidup Anda. Bagaimana bila Anda bekerja di bidang desainer, arsitek, desain interior, ataupun programmer IT yang membuat program-program?

Banyak pekerjaan lainnya yang membutuhkan kreativitas, inovasi dan imajinasi yang tinggi agar bisa lebih sukses ke depannya. Disini ada beberapa tips yang menginformasikan bagaimana caranya untuk mengembangkan kreativitas Anda.

  • Kembangkan Hobi

Bahakna seorang workaholic memiliki hobi. Kuncinya adalah untuk meluangkan waktu Anda untuk mengembangkan hobi. Anda dapat belajar untuk bermain alat music, menulis cerita, membuat sketsa gambar, membangun robot dan mobil-mobilan dari awal atau bahkan mencoba berkebun.

Hobi tidak harus menjadi kreatif. Tetapi jika anda memanjakan diri di dalmnya tanpa meminta bimbingan atau bantuan orang lain, Anda bisa mengasah diri dan mendorong diri Anda untuk lebih kreatif. Imajinasi Anda akan berkembang untuk memikirkan cara-cara menyelesaikan kegiatan dan mencoba untuk membentuk sesuatu.

  • Memecahkan masalah-masalah

Anda mungkin tidak berpikir bahwa memecahkan masalah bisa megembangkan kreativitas, tetapi pemecahan masalah memerlukan imajinasi. Ini juga memerlukan rasionalitas dan imajinasi kreatif kadang-kadang membutuhkan bantuan rasionalitas.

Anda dapat menguji diri Anda dengan membuat situasi atau masalah yang perlu untuk dipecahkan atau dicari solusinya. Anda akan menmukan bahwa ada banyak solusi kreatif yang dapat diterapkan untuk masalah jika Anda memiliki inovasi dan mendorong imajinasi Anda sedikit.

  • Ikut serta dalam kelas

Salah satu cara termudah untuk membuka imajinasi dan membangun kreativitas Anda adalah dengan berpatisipasi dalam sebuah kelas yang memungkinkan Anda untuk menjadi kreatif. Kelas apa saja itu?

Mengikuti kelas seni seperti lukisan, patung, sketsa, menulis, dan musik befokus pada kreativitas Anda. Di sini Anda memilki kesempatan untuk mencoba berbagai teknik artistic, terlepas dari apakah Anda memiliki pengalaman sebelumnya atau tidak. Intinya adalah untuk membuat Anda berpikir menggunakan bagian kreatif dari otak Anda.

  • Banyak membaca

Banyak membaca dapat membantu mengembangkan imajinasi Anda. Buku merupakan jendela dunia bukan? Anda mungkin telah banyak membaca ketika masih sekolah dan buku membuka pikiran Anda kepada dunia.

Banyak hal yang Anda bisa kembangkan dan juga berimajinasi dari membaca, entah itu buku anak-anak mau pun tentang fashion. Be creative!

  • Berkhayal

Anda mungkin telah sering melamun di sekolah atau di tempat kerja, tetapi melamun dapat melakukan keajaiban dan  meningkatkan kemampuan imajinasi Anda. Berkhayal benar-benar dapat menguji kretivitas Anda karena kadang-kadang terjadi secara tidak sadar.

Hal ini memungkinkan Anda untuk mengakses bagian dari otak Anda yang mungkin ketika dewasa jadi jarang digunakan. Jadi ini juga dapat menyeimbangkan antara otak kiri dan otak kanan Anda.

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat membantu membangun kemampuan pribadi dalam program peningkatan kreativitas sebagaimana dikemukakan oleh James L. Adams (1986) :

  1. Mengenali hubungan

Banyak penemuan dan inovasi lahir sebagai cara pandang terhadap suatu hubungan yang baru dan berbeda antara objek, proses, bahan, teknologi, dan orang. Seperti mencampurkan aroma bunga melati dengan air teh kemudian dibotolkan menjadi teh botol yang harum dan segar rasanya.

Untuk membantu meningkatkan kreativitas, kita dapat melakukan cara  pandang kita yang statis terhadap hubungan orang dan lingkungan yang telah ada. Dari sini kita coba melihat mereka dengan cara pandang yang baru dan berbeda.  Orang yang kreatif akan memiliki intuisi tertentu untuk dapat mengembangkan dan mengenali hubungan yang baru dan berbeda dari fenomena tersebut.

Hubungan ini nantinya dapat emperlihatkan ide-ide, produk dan jasa yang baru. Sebagai contoh, kita dapat melakukan latihan dengan melihat hubungan antara pasangan-pasangan: suami-istri, kue coklat dan es krim vanili, atlet dan pelatih serta manajer de-ngan buruh.

  1. Pengembangan Perspektif Fungsional

Kita dapat melihat adanya suatu perspektif yang fungsional dari benda dan orang. Seseorang yang kreatif akan dapat melihat orang lain sebagai alat untuk memenuhi keinginannya dan mem-bantu menyelesaikan suatu pekerjaan.

Misalnya, sering secara tidak sadar kita menggunakan pisau dapur untuk memasang baut gara-gara palu yang kita cari tidak ketemu. Cara lain, kita harus me-mulainya dari cara pandang yang nonkonvensional dan dari perspektif yang berbeda. Sebagai contoh, cobalah sebutkan fungsi lain dari sebuah kursi, batang korek api, dan lain-lain.

  1. Gunakan Akal

Fungsi otak pada bagian yang terpisah antara kiri dan kanan.  Otak bagian kanan dipakai untuk hal-hal seperi analogi, imajinasi, dan lain-lain. Sedangkan otak bagian kiri dipakai untuk kerja-kerja seperti analisis, melakukan pendekatan yang rasional terhadap pemecahan masalah, dan lain-lain. Meski secara fungsi nya berbeda, tetapi dalam kerjanya ia harus saling berhubungan.

Proses kreativitas meliputi pemikiran logis dan anlitis terhadap pengetahuan, dan evaluasi. Jadi, bila kita ingin lebih kreatif, kita harus melatih dan mengembangkan kemampuan kedua belah otak kita tersebut.

  1. Hapus Perasaan Ragu-ragu

Kebiasaan mental yang membatasi dan menghambat pemikiran kreatif, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pemikiran  Lain,   Perkembangan kehidupan seseorang banyak terpenuhi  oleh  hal-hal yang tidak pasti dan meragukan. Banyak orang yang menyerah dengan kenyataan-kenyataan yang dihadapi.

Bagi orang yang kreatif lebih baik belajar menerima keadaan tersebut dalam hidupnya, bahkan mereka sering menemukan sesuatu yang berharga dalam kondisi tersebut.

  1. Mencari Selamat, Dalam kehidupannya orang akan cenderung menghindari risiko seminimal mungkin, tetapi seorang inovator akan senang menghadapi risiko, misalnya risiko kesalahan  atau  kegagalan.

Bahkan kegagalan dianggap sebagai permainan yang menarik yang dapat dijadikan guru yang baik untuk keberhasilan di masa yang akan datang.

  1. Stereotipe (penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan.), Seperti sudah ada ketentuan atau karakteristik tertentu untuk suatu hal, begitu pula halnya akan kesuksesan yang dapat diraih.

Karena keterbatasan ini, seseorang yang ingin melakukan suatu hal, karena asas  stereotipe ini, akan terlimitasi cara pandang dan persepsinya terhadap kemungkinan lain yang sebenarnya dapat diraih.

  1. Pemikiran Kemungkinan/Probabilitas, Guna memperoleh keamanan dalam membuat keputusan, seseorang akan cenderung percaya kepada teori kemungkinan.  Bila berlebihan, maka hal ini hanya akan menghambat seseorang mencari kesempatan yang hanya akan datang sekali saja dalam hidupnya.

Adapun beberapa faktor yang dapat mendukung  tercapainya keberhasilan penerapan kemampuan inovasi-inovasi menurut James Brian Quinn (1955) adalah  sebagai berikut:

  • Iklim  inovasi dan visi, dimana perusahaan yang  inovasi mempunyai visi yang singkat dan jelas serta memberi dukungan nyata  untuk terwujudnya suasana inovasi.
  • Orientasinya pada pasar. Perusahaan yang berinovasi melandaskan visi mereka yang ada pada pasar.
  • Organisasi yang tetap datar dan kecil. Kebanyakan perusahaan yang inovasi berusaha menjaga keseluruhan perusahaan tetap datar serta tim proyek yang kecil.
  • Proses belajar interaktif, dimana di dalam suatu lingkungan yang inovasi, proses belajar dan penelitian ide-ide mengabaikan garis fungsi tradisional dalam suatu perusahaan.

Faktor Penghambat Kreativitas Dan Inovasi

Penghambat kreativitas menurut Munandar
Menurut Munandar (2009) terdapat beberapa hal yang dapat menghambat pengembangan kreativitas yaitu:

  1. Evaluasi, menekankan salah satu syarat untuk memupuk kreativitas konstruktif ialah bahwa pendidik tidak memberikan evaluasi atau paling tidak menunda pemberian evaluasi sewaktu anak sedang asyik berkreasi.
  2. Hadiah, pemberian hadiah dapat merubah motivasi intrinsik dan mematikan kreativitas.
  3. Persaingan (kompetisi), persaingan terjadi apabila siswa merasa bahwa pekerjaannya akan dinilai terhadap pekerjaan siswa lain dan bahwa yang terbaik akan menerima hadiah. Hal ini dapat mematikan kreativitas.
  4. Lingkungan yang membatasi

 

Contoh Bisnis IT :

 

Tiket.com

Tiket.com adalah situs web yang menyediakan layanan pemesanan hotel, tiket pesawat, tiket kereta api, penyewaan mobil[1] yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Tiket.com dibentuk pada bulan Agustus 2011.[1]

Sejarah

Tiket.com didirikan oleh Wenas Agusetiawan, Dimas Surya Yaputra, Natali Ardianto, Mikhael Gaery Undarsa pada bulan Agustus 2011. Pada awalnya, Wenas Agusetiawan membeli domain tiket.com dan mengajak beberapa kolega untuk membuat sebuah situs web untuk melayani pemesanan tiket pesawat dan kereta api. Tiket.com merupakan salah satu rekan bisnis Kereta Api Indonesia di Indonesia.[2] Tiket.com juga bekerjasama dengan berbagai maskapai di Indonesia untuk memudahkan orang untuk pemesanan tiket pesawat melalui internet.

 

Kesimpulan :

Bisa di tarik kesimpulan bahwa dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi kita membutuhkan berbagai aspek seperti tertulis di atas , maka dari itu jika kita ingin mengembangkan kreativitas dan inovasi , kita di harus memiliki semangat dan kerja keras yang tinggi agar cita-cita kita untuk menciptakan sesuatu yang baru tercapai

Daftar pustaka :

Sandra Moriarty, Nancy Mitchell, & William Wells, Advertising, Edisi ke-8, Jakarta: Kencana, 2011.

J.G Rawlinson, Berfikir Kreatif & Brainstorming, Terjemahan B.N. Marbun, SH & Djoerban Wachid, SH, Jakarta : Erlangga, 1983.

Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009.

Carol  Kinsey  Goman.   1999,   Kreativitas  Dalam  Bisnis, Binarupa Aksara, Jakarta.

Kao, John. 1989. Entrepreneurship, Creativity and Organization, Taxs, Cases and Readings,  Englewood cliffs, New Jesey,Prentice Hall.

Kuratko,  Donal F.  and  Richard  M,  Hodgets, 1995.  Entrepreneurship, A. Contemporary Approach, 3rd edition, the Dryden Press.

#KreatifitasdanInovasi #DIIIManajemenInformatika #StikomSurabaya #InstitutBisnisdanInformatikaStikomSurabaya #InstitutBerkualitas #DosenTitikLusiani

Assalamualaikum wr..wb., {Aldi Tri Bayu Krisna}
Email Mahasiswa : {15390100024@stikom.edu}
DIII Manajemen Informatika
http://mi.stikom.edu

Dosen Pembimbing : Titik Lusiani, M.Kom,OCP
http://blog.stikom.edu/lusiani
https://titiklusiani.wordpress.com
http://www.stikom.surabaya

CU9B81nVEAErWMj

Brosur DIII MI

Brosur DII MI ini adalah tugas UTS di mata kuliah Kreatifitas dan Inovasi yang bertemakan DIII Manajemen Informatika.

Brosur terdiri dari 2 file gambar yaitu :

Gambar pertama menjelaskan secara singkat profil jurusan DIII MI, visi dan misi DIII MI serta prospek kerja ketika sudah lulus.

Gambar kedua menjelaskan tujuan-tujuan dari DIII MI, kompetensi lulusan, mata kuliah pokok yang diajarkan di DIII MI, dan juga sertifikasi internasional yang bisa di dapat nantinya.

Dibawah ini saya juga melampirkan slideshow Brosur DIII MI

This slideshow requires JavaScript.

#KreatifitasdaInovasi
#DIIIManajemenInformatika
#DIIIManajemenInformatikaPilihanku
#StikomSurabaya
#InstitutBisnisdanInformatikaStikomSurabaya
#InstitutBerkualitas
#DosenTitikLusiani
Salam, Aldi Tbk
Email Mahasiswa : alditbk88@gmail.com
DIII Manajemen Informatika http://mi.stikom.edu

Dosen : Titik Lusiani, M.Kom,OCP
http://blog.stikom.edu/lusiani
https://titiklusiani.wordpress.com
http://www.stikom.surabaya

DIII Manajemen Informatika Pilihanku

a. Alasan kenapa memilih jurusan DIII MI
DIII Manajemen Informatika yang sesuai dengan keinginan saya, karena Progam Diploma lah yang cocok dengan angan-angan saya. Lebih cepat lulus dan langsung bisa kerja kelapangan serta tidak menguasai teori saja.

b. Kesan terbaik kuliah di DIII MI

Kesan terbaik kuliah di DII MI adalah dapat belajar banyak dan langsung praktik ke  4 bidang tekonologi informatika seperti Basis Data, Pemrograman Java (Dekstop), Pemrograman Web CSS, HTML dan PHP  serta Pemrograman Aplikasi Mobile.

c. Harapan selama kuliah di DIII MI

Harapan saya  dapat mengusai Web Programming dan Pemrograman Aplikasi Mobile.

d. Impian setelah kuliah di DIII MI

Tahun depan saya  lulus dan langsung bekerja di umur 20 tahun. Karena umur saya baru 19 tahun di tahun 2017.

e. Visi dan Misi Prodi DIII MI

Visi :

Menjadi program studi yang berkualitas dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di bidang Sistem Informasi berbasis mobile.

Misi :

  1. Menyelenggarakan pendidikan dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Sistem Informasi berbasis mobile.
  2. Menghasilkan lulusan yang mandiri, profesional dan berkompeten di bidang Sistem Informasi berbasis mobile.
  3. Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang menunjang pengembangan dan penerapan Sistem Informasi.
  4. Menyelenggarakan kerja sama dengan institusi lain untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan dan sesuai dengan kebutuhanstakeholder.

 

f. Tampilkan dokumentasi kegiatan yang anda ikutin selama kuliah di DIII MI.

Captureq

Suasana penyematan Diklat anggota baru Stikomusic yang sangat sakral dan sangat berkesan bagi saya karena pada saat itu saya menjadi pengurus kabinet kerja Stikomusic masa bakti 2016 sebagai Divisi Event dan menjadi Sie Acara di acara diklat anggota stikomusic 2016 serta telah memberikan pelajaran, pengalaman, pengarahan ke anggota baru agar menjadi anggota yang aktif dalam organisasi maupun bermusik serta solid dalam bekerja sama antar sesama anggota.

#KreatifitasdaInovasi
#DIIIManajemenInformatika
#DIIIManajemenInformatikaPilihanku
#StikomSurabaya
#InstitutBisnisdanInformatikaStikomSurabaya
#InstitutBerkualitas
#DosenTitikLusiani
Salam, Aldi Tbk
Email Mahasiswa : alditbk88@gmail.com
DIII Manajemen Informatika http://mi.stikom.edu

Dosen : Titik Lusiani, M.Kom,OCP
http://blog.stikom.edu/lusiani
https://titiklusiani.wordpress.com
http://www.stikom.surabaya